Our Blog

Peran Mahasiswa Dalam Membentuk Karakter Bangsa


Mahasiswa selalu diidentikkan dengan penyambung lidah rakyat, karena mahasiswa mampu masuk di segala golongan, baik kalangan atas maupun kalangan bawah. Lantas apa peran mahasiswa sekarang? Dan sejauh mana peran mahasiswa sekarang dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang ideal?  Sehingga mahasiswa mampu menjadi, karakter terbentuknya bangsa yang ideal tersebut. Perlu kita ketahui bersama bahwa mahasiswa adalah orang yang dikategorikan sebagai orang yang idealis, kritis, inovatif dan solutif sehingga itu yang membuat masyarakat mengamanahkan kepercayaan dalam menentang  pemerintah untuk menghalau kebijakan yang tidak pro rakyat. Nah, sekarang pertanyaannya adalah di mana mahasiswa sekarang? Dan apa kebijakan kebijakan yang telah dihalau oleh Mahasiswa dalam menentang kebijakan pemerintah yang pro rakyat. Apakah mahasiswa sekarang sedang tertidur? Lantas kalau tertidur, siapakah yang akan membangunkannya?.
Mahasiswa adalah cikal bakal terbentuknya bangsa ideal dan bangsa yang besar, namun jika mahasiswa sekarang masih terlelap dalam tidurnya dan tak tau kapan terbangun. maka, kapan kita akan meraih bangsa kita dan apakah kita masih akan terus menerus terlarut dalam keindahan mimpi yang hanya sebatas angan-angan tanpa coba ingin terbangun dari tidur  mimpi yang indah tersebut. Maka dari itu, untuk membangkitkan kembali semangat dan jiwa perjuangan mahasiswa dalam menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar, tentunya harus butuh perjuangan yang ekstra, baik secara pikiran, perasaan dll, karna pada saat ini bukan hanya penjajahan yang bersifat fisik yang harus kita lawan. melainkan, penjajahan yang bersifat modern, yang butuh perjuangan keras yang menguras tenaga, perasaan dan pikiran. Apalagi, gaya hidup yang sosialita dan hedonis, Kini mulai merambah kehidupan sebagian mahasiswa, yang enggan untuk memikirkan masalah sosial di bangsa ini, gaya hidup tersebut mulai berdampak pada karakter sebagian mahasiswa yang individualis, acuh tak acuh, pesimis dan lain lain sebagainya, akibatnya banyak sekali berita-berita yang sering bermunculan bahwa mahasiswa bunuh diri akibat skripsi yang belum kelar-kelar, hal ini bisa jadi diakibatkan karena mental dari mahasiswa yang cenderung lemah akibat gaya hidup yang individualis sehingga stress yang berkepanjangan yang tidak bisa dikendalikan. karena, dalam pikirannya hanya itu, tidak ada aktivitas, pikiran lain yang dapat menyeimbangi, dan tidak memikirkan dan melirik kehidupan masyarakat di sekitarnya yang lebih membutuhkan, dan perlu diperjuangkan dari pada hanya sebatas mengejar gelar semata. Serta  interaksi dengan orang lain  kurang, akibatnya dapat mengambil keputusan yang negatif.
Negara ini butuh para mahasiswa yang memiliki integritas tinggi, kejujuran, keterbukaan, rasa terhadap sosial yang tinggi, peka terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, serta berani bertindak dan mengambil keputusan. Kata kunci dari seorang mahasiswa adalah nekad dalam memperjuangkan hak rakyat dan tidak mudah di-intervensi oleh pihak yang memiliki kepentingan menghancurkan bangsa ini.
Mahasiswa adalah calon negarawan muda yang merupakan model, panutan bagi siapa pun. Model atau yang sering disebut tokoh berpengaruh adalah sosok yang mampu menebar kebaikan, manfaat dan sesuatu terhadap dirinya, lingkungan, bahkan negaranya. Menjadi seorang model tak se-gampang membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan aksi nyata dan perjuangan sehingga memberikan pengaruh terhadap orang lain untuk mencontoh dan mengikuti. Sehingga ini yang tentunya harus dicapai dan diperjuangkan oleh seorang mahasiswa untuk menuju  kriteria bangsa yang ideal dan menjadi suatu negara maju.
Namun untuk mencapai negara yang maju, dengan fakta yang terjadi saat ini, setelah tujuh dekade proklamasi indonesia di kumandankan, negara ini seolah olah masih dijajah bahkan mungkin oleh presidennya sendiri. Hal ini bisa terjadi jika seorang pemimpin tidak lagi membela kepentingan rakyatnya sendiri, jika seorang pemimpin hanya ingin berkuasa, dan jika pemimpin bukanlah  orang yang tepat untuk memimpin. Kemungkinan kedua, penjajahan masih terjadi, sebagai akibat rakyat negeri ini yang justru membiarkan dirinya sendiri ter-jajah. Pasrah dalam kesengsaraan, diam meski-pun ketidak adilan telah terjadi, mengumpat tanpa melakukan sesuatu yang pasti.
Untuk itu perlu adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat untuk menghalau kebijakan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat serta membebaskan penjajahan yang terjadi saat ini di kalangan masyarakat oleh pemerintah, serta menghilangkan penjajahan di bangsa ini oleh bangsa lain. Hal ini tidak terlepas dari peran mahasiswa untuk mencapai keberhasilan tersebut, untuk itu mari kita membangun kembali jiwa nasionalis, sosial dan kritis kita sebagai mahasiswa sehingga, bangsa ini bisa terlepas dari belenggu penjajahan tersebut. 

#Negarawan Muda
#Muslim Negarawan

Halim Gau


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda Kontributif Designed by Templateism | Blogger Templates Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.