Mahasiswa selalu diidentikkan
dengan penyambung lidah rakyat, karena mahasiswa mampu masuk di segala golongan,
baik kalangan atas maupun kalangan bawah. Lantas apa peran mahasiswa sekarang?
Dan sejauh mana peran mahasiswa sekarang dalam membangun bangsa ini menjadi
bangsa yang ideal? Sehingga mahasiswa
mampu menjadi, karakter terbentuknya bangsa yang ideal tersebut. Perlu kita
ketahui bersama bahwa mahasiswa adalah orang yang dikategorikan sebagai orang
yang idealis, kritis, inovatif dan solutif sehingga itu yang membuat masyarakat
mengamanahkan kepercayaan dalam menentang
pemerintah untuk menghalau kebijakan yang tidak pro rakyat. Nah, sekarang
pertanyaannya adalah di mana mahasiswa sekarang? Dan apa kebijakan kebijakan
yang telah dihalau oleh Mahasiswa dalam menentang kebijakan pemerintah yang pro
rakyat. Apakah mahasiswa sekarang sedang tertidur? Lantas kalau tertidur,
siapakah yang akan membangunkannya?.
Mahasiswa adalah cikal
bakal terbentuknya bangsa ideal dan bangsa yang besar, namun jika mahasiswa
sekarang masih terlelap dalam tidurnya dan tak tau kapan terbangun. maka, kapan
kita akan meraih bangsa kita dan apakah kita masih akan terus menerus terlarut
dalam keindahan mimpi yang hanya sebatas angan-angan tanpa coba ingin terbangun
dari tidur mimpi yang indah tersebut.
Maka dari itu, untuk membangkitkan kembali semangat dan jiwa perjuangan
mahasiswa dalam menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar, tentunya harus
butuh perjuangan yang ekstra, baik secara pikiran, perasaan dll, karna pada saat
ini bukan hanya penjajahan yang bersifat fisik yang harus kita lawan. melainkan,
penjajahan yang bersifat modern, yang butuh perjuangan keras yang menguras
tenaga, perasaan dan pikiran. Apalagi, gaya hidup yang sosialita dan hedonis,
Kini mulai merambah kehidupan sebagian mahasiswa, yang enggan untuk memikirkan
masalah sosial di bangsa ini, gaya hidup tersebut mulai berdampak pada karakter
sebagian mahasiswa yang individualis, acuh tak acuh, pesimis dan lain lain
sebagainya, akibatnya banyak sekali berita-berita yang sering bermunculan bahwa
mahasiswa bunuh diri akibat skripsi yang belum kelar-kelar, hal ini bisa jadi
diakibatkan karena mental dari mahasiswa yang cenderung lemah akibat gaya hidup
yang individualis sehingga stress yang berkepanjangan yang tidak bisa
dikendalikan. karena, dalam pikirannya hanya itu, tidak ada aktivitas, pikiran
lain yang dapat menyeimbangi, dan tidak memikirkan dan melirik kehidupan
masyarakat di sekitarnya yang lebih membutuhkan, dan perlu diperjuangkan dari
pada hanya sebatas mengejar gelar semata. Serta interaksi dengan orang lain kurang, akibatnya dapat mengambil keputusan
yang negatif.
Negara ini butuh para
mahasiswa yang memiliki integritas tinggi, kejujuran, keterbukaan, rasa
terhadap sosial yang tinggi, peka terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, serta
berani bertindak dan mengambil keputusan. Kata kunci dari seorang mahasiswa
adalah nekad dalam memperjuangkan hak rakyat dan tidak mudah di-intervensi oleh
pihak yang memiliki kepentingan menghancurkan bangsa ini.
Mahasiswa adalah calon
negarawan muda yang merupakan model, panutan bagi siapa pun. Model atau yang
sering disebut tokoh berpengaruh adalah sosok yang mampu menebar kebaikan,
manfaat dan sesuatu terhadap dirinya, lingkungan, bahkan negaranya. Menjadi
seorang model tak se-gampang membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan aksi nyata dan
perjuangan sehingga memberikan pengaruh terhadap orang lain untuk mencontoh dan
mengikuti. Sehingga ini yang tentunya harus dicapai dan diperjuangkan oleh
seorang mahasiswa untuk menuju kriteria
bangsa yang ideal dan menjadi suatu negara maju.
Namun untuk mencapai
negara yang maju, dengan fakta yang terjadi saat ini, setelah tujuh dekade
proklamasi indonesia di kumandankan, negara ini seolah olah masih dijajah
bahkan mungkin oleh presidennya sendiri. Hal ini bisa terjadi jika seorang
pemimpin tidak lagi membela kepentingan rakyatnya sendiri, jika seorang
pemimpin hanya ingin berkuasa, dan jika pemimpin bukanlah orang yang tepat untuk memimpin. Kemungkinan
kedua, penjajahan masih terjadi, sebagai akibat rakyat negeri ini yang justru
membiarkan dirinya sendiri ter-jajah. Pasrah dalam kesengsaraan, diam meski-pun
ketidak adilan telah terjadi, mengumpat tanpa melakukan sesuatu yang pasti.
Untuk itu perlu adanya
sinergi antara mahasiswa dan masyarakat untuk menghalau kebijakan kebijakan
pemerintah yang tidak pro rakyat serta membebaskan penjajahan yang terjadi saat
ini di kalangan masyarakat oleh pemerintah, serta menghilangkan penjajahan
di bangsa ini oleh bangsa lain. Hal ini tidak terlepas dari peran mahasiswa
untuk mencapai keberhasilan tersebut, untuk itu mari kita membangun kembali
jiwa nasionalis, sosial dan kritis kita sebagai mahasiswa sehingga, bangsa ini
bisa terlepas dari belenggu penjajahan tersebut.
#Negarawan Muda
#Muslim Negarawan
Halim Gau

Tidak ada komentar:
Posting Komentar