Butiran
air kehidupan yang bertumpahrua dimuka persinggahan Makhluk
Tak khayalnya bagaikan cerita dongeng
Berselimut
ganansya bermines-mines suhu
Lautan
khayal mulai terbit
Kini
dia telah berkuasa hebat dalam Raga
Menorehkan
tetesan air
Membecekkan
kulit yang halus tampa noda
Hati
yang luas telah sempit
Akibat
ulah sang penguasa raga
Tak
satupun khayal yang terlewatkan
Kini
dia mulai membanjiri
Si
kulit halus tanpa noda
Tanpa
tahu apa arah dan tujuan
Melayang
jauh hingga ke pelosok kebencian mendalam
Tak
lekas satu tumbuh satu
Tumpukan
kecil menjadi raksasa
Hingga
akhirnya
Cahaya
hati mulai terbit
Akibat
naluri putih yang berkoar indah
Membisikkan
Kedamain jiwa
Hingga
melongsorkan tumpukan kebencian raksasa
Halim Gau,
Makassar, 01 April 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar