Our Blog

Butiran Embun Pagi Dari Tetesan Air Surga

Pagi yang masih terasa bertaburnya butiran cahaya gelap yang menyelimuti pelosok lorong hunian  yang amat tentram dan damai dari kebisingan hirup piruk kehidupan para predator dunia yang setiap saat membisingkan telinga para sang penghayal abadi yang tak ingin menorehkan tinta kehidupannya di kanca keabadian sementara. Para sang penjelajah waktu mulai menampakkan keperkasaannya menyelusuri lorong hunian yang bertabur butiran cahaya gelap yang seolah menjadikan dirinya menjadi terang demi waktu, mengawal si predator nabati untuk memangsa para gulma-gulma yang dijadikan santapan istimewa di kehidupan abadi sementaranya yang setiap saat di lakukannya, gemerciknya air sungai di tambah kicauan burung nan indah melengkapi kehidupan pagi bocah sang pengembala


Bocah sang pengembala yang bermimpi menjadi penguasa di negri copyan surga ini, telah terlatih akan kerasnya bantingan batin yang tiap hari dilaluinya bagaikan santapan paksaan yang tiap hari dikunyah oleh kesabaran hati dan disinggkirkan oleh kepolosan jiwa. Petualangan Bocah Sang Pengembala yang terkesan apatis dan individualis bersama sang predator nabatinya  menyususri tiang tiang penyangga Bola Kehidupan yang tak lekan waktu lagi akan punah oleh ganasnya sang predator dunia yang setiap saat memangsanya, Bocah sang pengembala yang setiap saat memberikan warna bagi setiap kehidupan yang di laluinya bersama dengan kepolosan jiwanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda Kontributif Designed by Templateism | Blogger Templates Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.